Jakarta (24/12) – Libur sekolah dan libur natal serta libur tahun baru telah tiba, tidak sedikit mereka para orang tua dari anak-anak sekolah memanfaatkan waktu liburnya untuk jalan-jalan, baik ke tempat wisata dalam negeri bahkan hingga ke mancanegara.

Ada juga yang memanfaatkan waktu liburannya hanya untuk bermain hp atau game lainnya demi mengisi waktu libur sekolah.

Melihat dan mencermati kondisi demikian Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Cengkareng berinisiasi untuk mengelola waktu liburan sekolah tersebut dengan diisi kegiatan positif seperti pengajian maupun pelatihan kemandirian. Dan bahkan kegiatan seperti itu sudah berjalan sejak lama.

Sebagaimana disampaikan oleh Ustadzah Wulan, salah satu Mubalighot LDII Cengkareng yang menjelaskan bahwa di LDII pada setiap liburan sekolah baik liburan semester maupun libur akhir tahun, masjidnya selalu dibuka untuk kegiatan pengajian dan pembinaan kemandirian bagi siswa-siswi atau anak-anak sekolah.

“Setelah pembagian raport maka, agar anak-anak sebelum menikmati keseluruhan masa liburan sekolah, LDII Cengkareng melaksanakan Pengajian Liburan Anak Sekolah, yqng dinamain kegiatan asrama liburan, baik SD, SMP maupun SMA, Kegiatan yang bertujuan untuk membekali generasi penerus dengan ibadah maupun karakter serta ketrampilan, dilaksanakan selama 6 hari,” ujar Ustdzh Wulan.

Asrama liburan dimulai pada Jum’at-Rabu, 19-24 Desember 2025 bertempat di Majelis Taklim Masjid Baitul Muttaqin, Jl.Fajar Baru III Cengkareng, lanjut Wulan.

H.Arifin Rusdi, Ketua DKM Masjid LDII Baitul Muttaqin Cengkareng pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa dari kegiatan di atas, anak -anak sekolah yang merupakan generasi penerus, diharapkan selalu ingat diri dan paham bahwa saat liburan dapat memilih liburan yang baik serta bermanfaat. Selama di masa liburan sekolah mereka juga tetap diingatkan untuk selalu tertib dan displin untuk menjaga waktu sholat wajib dan sunah, berdzikir juga tidak lupa selalu melakukan aktifitas sosial yang bisa memberi manfaat untuk orang lain. Hal ini semata-semata untuk membangun karakter yang luhur bagi generasi penerus.

“Anak-anak akan menikmati liburan sekolah setelah pembagian raport dan menjelang akhir tahun ini cukup panjang waktunya. Maka diperlukan pembekalan di awal liburan agar liburan mereka tetap terjaga, positif serta bermanfaat. Sebab di tangan merekalah harapan generasi emas bangsa ini dapat terwujud kelak”, jelasnya.

Dalam pengajian liburan ini mereka tidak hanya mengkaji Qur’an dan Hadits tentang cara sholat, namun mereka juga praktik langsung seperti Sholat Dhuha, Adzan dan Iqomah, Sholat Wajib berjama’ah untuk aqidahnya.

Namun untuk mendidik muamalah, mereka juga langsung mempraktikan bagaimana membantu orang lain dengan shodaqoh/berbagi rejeki, membersihkan lingkungan tempat pengajian, membantu teman dan guru ngaji saat ada kesulitan hingga ikut bagian menyiapkan makanan dan minuman di saat pengajian, serta ketrampilan, skil lain bagi yang SMP dan SMA.

“Khusus bagi generasi LDII hal ini sudah terprogram, dan ini terbuka untuk umum, anak-anak sekolah yang mau gabung, mau ikut asrama dipersiapkan, disana juga disediakan snek oleh para pengurus dan jamaah Masjid setempat untuk peserta dan mubalighnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *