Jakarta (01/11). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Jakarta Barat menggelar seminar dan pelatihan Bimbingan Konseling (BK) serta keterampilan dasar konseling di Aula Serbaguna Pondok Pesantren Mambaul Huda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (1/11/2026).

Ketua DPD LDII Jakarta Barat, Studianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja LDII di bidang pendidikan dan pemberdayaan keluarga. Pelatihan ini juga melibatkan Penggerak dan Pembina Generus (PPG) di berbagai tingkatan untuk memperkuat pembinaan generasi muda.

“Ini adalah salah satu program delapan klaster yang ada di DPP dan kami implementasikan di wilayah Jakarta Barat. Salah satunya adalah pendidikan, di mana kami berkolaborasi dengan PPG di seluruh tingkatan PC dan PAC. Program ini juga menyentuh bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga,” ujar Studianto.

Dewan Penasihat DPD LDII Jakarta Barat, H. Muhammad Ridwan, menjelaskan bahwa keterampilan konseling diperlukan untuk membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Melalui pendekatan tersebut, para pendidik dan pembina diharapkan mampu menjadi tempat bagi generasi muda untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Pelatihan ini kami adakan agar hubungan dan komunikasi antara orang tua dan anak terus terjalin erat. Melalui pembekalan keterampilan dasar bimbingan konseling bagi para guru, mubaligh-mubalighot, dan pendidik di tingkat cabang, anak-anak yang menghadapi masalah dapat lebih terbuka untuk bercerita kepada pembina maupun pengurus terdekat,” jelas Ridwan.

Ia berharap keterampilan tersebut dapat mendukung pendampingan generasi muda sekaligus memperkuat pembinaan 29 karakter luhur di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, konselor keluarga Dra. Hj. Nana Maznah Zubir hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai pembentukan tim konseling, termasuk pemahaman tentang etika, batasan peran, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendampingi seseorang.

Nana menjelaskan, seorang konselor perlu mengenali karakter dan kondisi dirinya sebelum memberikan pendampingan kepada orang lain. Dalam sesi pelatihan, peserta juga mengikuti asesmen kepribadian untuk mengenali kecenderungan karakter, yakni controller, analyst, supporter, dan promoter.

“Langkah awal bagi seorang konselor sebelum mendampingi orang lain adalah mampu mengenali dan membersihkan diri sendiri. Karakter pribadi sangat memengaruhi gaya konseling yang diterapkan,” ungkap Nana.

Melalui kegiatan ini, DPD LDII Jakarta Barat berharap para peserta memiliki bekal dasar untuk melakukan pendampingan di lingkungan masing-masing.

Keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu pengurus, pendidik, dan pembina dalam merespons berbagai persoalan keluarga maupun generasi muda secara tepat, dengan tetap memperhatikan batasan dan etika konseling.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *